FOB Incoterms menjelaskan: Siapa yang membayar biaya pengangkutan, asuransi dan risiko?

5

Free On Board (FOB) lebih dari sekedar stiker pada dokumen pengiriman. Inilah saatnya tanggung jawab finansial dan hukum atas produk dialihkan dari penjual ke pembeli. Incoterms ini diterapkan secara ketat pada transportasi jalur air laut atau darat sesuai dengan aturan Kamar Dagang Internasional. FOB tidak berlaku jika produk dikirim melalui udara atau darat.

Aturannya sederhana, namun memiliki implikasi finansial yang signifikan. Penjual bertanggung jawab atas segala biaya dan risiko hingga barang benar-benar dikirim ke pelabuhan pemberangkatan. Setelah barang melewati pagar kapal, pembeli bertanggung jawab atas semua tanggung jawab selanjutnya. Ini termasuk transportasi, asuransi dan kerusakan yang terjadi selama perjalanan.

Struktur harga FOB

Rincian rinci diperlukan untuk menghitung harga FOB. Bukan hanya harga produknya. Seluruh rantai pasokan, hingga dek kapal, harus diperhitungkan.

Harga FOB lengkap sudah termasuk:

  • Biaya produk: Bahan mentah, produksi, dan margin keuntungan.
  • Kemasan: Bahan penanda dan pelindung.
  • Transportasi darat: Transportasi truk dari pabrik ke pelabuhan keberangkatan.
  • Biaya pelabuhan: Biaya dermaga, biaya penggunaan crane, biaya penyimpanan.
  • Izin ekspor: Bea masuk, izin, dan biaya administrasi.
  • Biaya bank: Biaya transfer internasional dan biaya transaksi.
  • Asuransi pra-muat: Asuransi ini menjamin Anda saat barang tiba di dermaga sebelum pemuatan.

Harap dicatat bahwa harga FOB “tidak termasuk” pengiriman dan asuransi kelautan. Ini adalah biaya pembeli.

FOB vs. CIF: Siapa yang mengendalikan kapal?

Kebingungan yang paling umum adalah antara FOB dan CIF (Biaya, Asuransi, Pengangkutan ). Kedua istilah tersebut mengalihkan risiko pada saat yang sama ketika barang dimuat ke kapal. Bedanya siapa yang membiayai perjalanannya.

  • FOB: Pembeli menyewa jasa pengangkut dan membayar biaya transportasi dan asuransi utama.
  • CIF: Penjual membayar ongkos angkut dan asuransi ke pelabuhan tujuan.

Perbedaan ini penting untuk pengendalian. Di FOB, pembeli memilih rute transportasi dan menegosiasikan harga. Dengan CIF, penjual menangani logistik, namun membebankan biaya kepada pembeli. CIF mengalihkan biaya transportasi kepada penjual, namun “risiko” kehilangan tetap berpindah ke pembeli setelah barang dikirimkan.

FOB dan FAS: Jalur terminal

FAS (Gratis Bersama Kapal ) sering disalahartikan dengan FOB. tidak.

Menurut FAS, kewajiban penjual berakhir ketika barang ditempatkan di dermaga atau tongkang di sebelah kapal. Pembeli bertanggung jawab untuk memuat. Jika derek menjatuhkan peti kemas saat mengangkatnya dari dermaga, pembeli bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Dengan prinsip FOB, penjual bertanggung jawab sampai barang “sampai” di kapal. Jika derek rusak saat pemuatan, penjual akan mengganti barang tersebut.

Mengapa pilihan itu penting

Pemilihan Incoterm yang tepat dapat mempengaruhi arus kas, klaim asuransi dan manajemen logistik. FOB memberi pembeli kendali lebih besar atas tarif pengiriman dan pemilihan operator. Hal ini juga meningkatkan transparansi dalam biaya pengiriman. Namun, pembeli harus mengelola logistik internasional yang kompleks.

Meskipun CIF menyederhanakan peran pembeli, CIF dapat menyembunyikan biaya pengiriman dan asuransi. Sistem FAS jarang digunakan saat ini karena risiko pemuatan yang ambigu.

Poin penting

  • Pengalihan risiko: terjadi pada saat barang dikirimkan.
  • Penjual membayar: Pembuatan, pengepakan, pengangkutan darat ke pelabuhan, bea ekspor, dan biaya pelabuhan.
  • Pembeli membayar: Biaya pengiriman, asuransi kelautan, bea masuk, dan biaya tujuan.
  • Cakupan: Hanya berlaku untuk transportasi laut dan perairan darat.

Kesalahpahaman FOB dapat menyebabkan perselisihan yang merugikan. Penjual tidak bertanggung jawab atas kerusakan setelah pemuatan. Pastikan asuransi Anda melindungi Anda dari pelabuhan keberangkatan hingga tujuan akhir. Perubahan risiko bersifat mutlak.